memulai-belajar-android-studio-bahasa-indonesia

Belajar cara membuat project baru di Android studio

Langkah pertama sebelum kita memulai membuat sebuah project baru di android studio mungkin ada baiknya berkenalan sedikit dengan komponen dan struktur yang ada di Android Studio.

Empat komponen penting di dalam aplikasi Android

  • Activity, berkaitan dengan user interface.
  • Service, background component yang sering kita temui bekerja dibelakang layar.
  • Broadcast Receiver, pemrosesan event yang diterima.
  • Content Provider, singkatnya adalah database.

Bisa kita ambil contoh dari aplikasi Alarm yang ada di android kita.

UI untuk kita mengatur alaram

Activity

Menyimpan data Alarm yang sudah di atur

Content Provider

Memonitor interval waktu sampai alarm tiba

Service

Alarm tiba maka terjadi event yaitu notifikasi

Content Provider

*UI = user interface

Membuat Project Baru dan Konfigurasi di Android Studio

Untuk mengetahui seperti apa struktur dari sebuah project android studio, kita buka Android studio dan buat dulu sebuah project baru.

cara-membuat-project-baru-di-android-studio
Memilih Template untuk project

Seperti gambar di atas saat pertama muncul kita diminta memilih template, untuk belajar kita bisa pilih yang “empty activity” dulu.

opsi-membuat-project-baru-di-android-studio
Konfigurasi Project di Android Studio

Kemudian akan muncul menu konfigurasi untuk mengatur nama aplikasi, package name, lokasi penyimpanan, bahasa pemrograman yang digunakan, dan minimum SDK.

Untuk package name biasanya digenerate otomatis menyesuaikan nama aplikasi yang kita buat, tapi jika kita lihat kembali ada kata “example” di dalamnya.

Biasanya dalam package name urutannya adalah “com.[nama developer/perusahaan].[nama app/project]”.

Kita ambil contoh di play store (via PC) dan coba kita kunjungi beberapa aplikasi di akhir url nya pasti terdapat package namenya contohnya seperti aplikasi facebook ini :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.facebook.katana

Kata “com.” diikuti nama developer/perusahaan kemudian diakhiri dengan nama app/project, jadi kedepannya silahkan dirubah nama package nya sesuai yang diinginkan.

Untuk bahasa pemrograman yang dipakai kalau boleh saran bisa pilih Kotlin karena dari pendapat pribadi lumayan cocok untuk newbie dan ringkas dalam penulisan kode, tapi kalau lebih familiar java sih juga gak apa.

Software Development Kit (SDK) bisa kita targetkan aplikasi yang kita buat bisa berjalan mulai dari android versi berapa.

Setelah itu klik Finish, tunggu hingga selesai di build dan selamat kamu sudah berhasil membuat sebuah project pertama di Android Studio.

Struktur Project di Android Studio

Setelah kita membuat dan mengkofigurasi project tadi, mungkin ada baiknya kita kenalan dulu dengan struktur atau folder apa saja yang digenerate oleh android studio dalam sebuah project.

Didalam sebuah project Android Studio terdapat dua buah folder utama yaitu :

  • App
  • Gradle

App

Di dalam folder app ini berisikan kode yang kita tulis dan resource lainnya.

Dalam App Juga terdapat sub-folder yang memiliki fungsi masing-masing, seperti :

Folder Manifest

Secara default berisikan AndroidManifest.xml, disini pula kita mendefinisikan komponen-komponen Android seperti Activity, Service, BroadcasrReceiver, ContentProvider.

Folder Java

Tempat dimana kita menuliskan Kode-kode (Source Code) di dalam bahasa pemrograman yang dipilih (Kotlin/Java).

Folder res

Folder ini berisikan semua resource yang lebih berhubungan dengan User Interface, dari segala gambar, icon, value warna, String.

Gradle Scripts

Auto-generate file yang berisikan informasi CompileSDKversion, BuildToolsVersion, ApplicationID, minSDKVersion, targetSDKVersion, VersionCode dan VersionName.

Kedepannya seiring aplikasi berkembang disini juga tempat kita menambahkan dependensi khusus aplikasi, seperti menggunakan
pustaka tambahan lainnya.


Menjalan Aplikasi Pertama di Android Studio

Oke sampai saat ini kita sudah bisa membuat sebuah project baru di Android Studio.

Tapi bagaimana cara menjalankannya ?

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kita gunakan yaitu :

  • Menjalankan via emulator Android.
  • Menjalankan langsung di Ponsel kita.

Via emulator di Android Studio

Jika komputer kalian dirasa punya spesifikasi yang cukup mumpuni untuk menjalankan sebuah emulator android silahkan gunakan cara ini, karena sangat gampang digunakan.

Harusnya saat instalasi Android Studio kalau tidak salah juga diminta apakah ingin menginstal emulator, tapi kalau kalian dirasa lupa atau belum menginstal bisa membuat emulator baru di Android Studio dengan cara berikut :

  • Klik Tools .
  • Pilih AVD Manager.
  • Di pojok kiri bawah klik “Create Virtual Device”.
  • Muncul opsi ponsel apa ingin dibuat, defaultnya sih Nexus 5X, Klik Next.
  • Pilih versi Androidnya (jika belum ada klik Download), lalu klik Next.
  • Pada opsi Emulated Performance pilih Hardware.
  • Jangan lupa beri nama AVD nya, lalu klik Finish.

*Android Virtual Device (AVD)

Oke setelah emulatornya sudah kita buat, untuk menjalankannya lihat seperti gambar dibawah pilih AVD yang sudah dibuat tadi lalu klik tombol play berwarna hijau disampingnya.

membuat-emulator-baru-di-android-studio
AVD yang sudah dibuat siap digunakan

Via Ponsel USB debugging

Buat kalian yang komputernya sudah ngos-ngosan jalanin Android Studio dan rasanya sudah gak sanggup lagi jalanin emulator secara bersamaan, salah satu alternatifnya kita bisa memanfaatkan ponsel android kita sebagai media percobaannya.

Sebelum bisa digunakan syaratnya kita harus install driver ponselnya lalu mengaktifkan developer option dan USB Debugging.

Sebelum bisa menggunakan ponsel android kalian, silahkan install driver yang diperlukan, ikuti saja postingan saya > disini <

Aktifkan Developer Option dan USB Debugging :

  • Android 9 + : Settings -> About Phone -> Build Number (di klik 7x)
  • Android 8 + : Settings -> System -> About Phone -> Build Number (di klik 7x)
  • Android 7 kebawah : Settings -> About Phone -> Build Number (di klik 7x)
cara-aktifkan-developer-option-di-android
Aktifkan Mode Developer Option dan USB debugging

Setelah itu hubungkan dengan kabel USB, jika muncul pop up “Allow USB debugging” pilih OK.

Kedepannya bisa di klik “Always Allow from this computer” agar konfirmasi otomatis.

allow_usb_debugging_flutter
Konfirmasi USB Debugging

Dan kalau berhasil terkoneksi biasanya di daftar device akan muncul nama ponsel yang kalian gunakan.

menghubungkan-ponsel-langsung-ke-android-studio
Ponsel kita terdeteksi di Android Studio

Untuk menjalankannya tinggal klik tombol play disampingnya, tunggu beberapa saat sampai selesai di build.


Setelah selesai di build mungkin kurang lebih akan seperti ini jika sudah berjalan di device yang kita gunakan.

menggunakan-ponsel-langsung-di-android-studio
Tampilan Project pertama di Android Studio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *